Itu adalah contoh yang tidak baik karena taraf persiapan yang berlebihan ini sudah kelewat batas. Sikap itu yang kemudian membuat saya berpikir, apakah ini akan terus dilanjutkan?
Walaupun saya tidak mengetahui secara persis penyebabnya, tapi mencoba untuk berani pecah telur adalah hal yang baru-baru ini saya sukai. Ada dua alasan yang membuat saya lebih progresif dibanding diri saya yang dulu. Pertama saya teringat kata-kata berikut,
"Seorang pemberani adalah orang penakut yang tetap mengambil resiko",
kedua saya menyukai kata-kata ini,
"Kita ini anak muda, maka semakin kita mengambil resiko akan semakin banyak pengalaman yang bisa kita dapat".
Inspirasi itu saya dapat ketika saya mengunduh salah satu video Mario Teguh dan setelah menonton 'Sang Pemimpi'.
Sekarang saya semakin tahu. Dari beberapa pengalaman saya terakhir, terasa sekali kemajuan-kemajuan yang tidak saya sangka. Saya cukup senang untuk menerapkan prinsip berani pecah telur dalam hidup saya sekarang.
Memang saya orang yang penuh perhitungan dan saya tidak kecewa soal itu, tapi saya merasa lebih tenang dengan prinsip baru yang saya punya, berani pecah telur untuk menerobos kecemasan dan kekhawatiran diri saya.
represpektif tulisan ini adalah tidak selamanya persiapan besar akan membuat kita lebih tenang dan menjamin keberhasilan, namun cobalah untuk berani memecahkan telur kegelisahan, ketakutan dan kekhawatiran dengan mencoba dan melakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang. Sederhana memang semoga kita bisa berani untuk pecah telur, terutama untuk hal-hal besar yang sudah menanti kita
