Banyak orang bilang kalau pemuda adalah harapan bangsa atau tidak sedikit yang beranggapan bahwa negara ini tergantung peran pemudanya. Kalimat manis tadi bisa menjadi utopis, bahkan kita perlu malu menjadi pemuda.
Mengapa?
Karena tidak semua pemuda benar-benar memiliki jiwa kepemudaan. Fenomena kerdil dan minimalisasi potensi kini merebak mengharu tersemai dalam jiwa kepemudaan. Malu jadi pemuda, malu lah.
Kita perlu malu sebagai pemuda, ketika kita hanya menjadi kaki tangan kaum tua bermental penjajah. Kita perlu malu menjadi pemuda, bila kita hanya dibesarkan dengan status "mewah" pemuda itu sendiri. Kita juga perlu malu sebagai pemuda, jika kita hanya mengenakan baju idealisme pada tataran wacana.
Mengapa?
Karena kita pemuda, generasi yang memiliki keistimewaan dengan perubahan yang diciptakan, generasi yang ditunjuk sebagai agen perubah, juga sebagai generasi yang terselimuti keyakinan pada kebenaran.
Malu jadi pemuda bila kita hanya mendefinisikan pemuda sebagai orang yang nanti hidup tua, tanpa mengkonstruksi kesadaran idealisme yang tertancap dalam pikiran, hati, dan tindakan. sadar menjadi pemuda dengan tuntutan idealisme.
reperspektif tulisan ini, pemuda dengan kebesarannya tidak berlaku bahkan memalukan, jika tanpa idealisme yang terjaga, tertancap kuat dalam diri dan terwujud dalam perilaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar